Thursday, October 30, 2014

3 JENAZAH UTUH SETELAH TERPENDAM 50 TAHUN LAMANYA

SUBHANALLAH, 3 JENAZAH UTUH SETELAH TERPENDAM 50 TAHUN LAMANYA

Kisah nyata yang di ceritakan oleh KH Yazid Ramli kepada Al Allamah Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf.

KH Yazid Ramli adalah seorang kyai yang tinggal satu kecamatan di bukit duri namun beliau mengajar Al quran di parung-Bogor.

Suatu ketika KH Yazid Ramli datang silaturrahmi kepada Habib Ali bin ABdurrahman Assegggaf Bukit duri lalu menceritakan kisah nyata yang dialaminya sendiri kepada Alhabib Ali.
Ya Habib : suatu hari jamaah mushollah daerah parung meminta ana (KH Yazid Ramli) untuk datang pagi-pagi sekali ke musholla , masyarakat parung sangat antusias dan semangat sekali kepada Ilmu Al qur`an namun mereka kehidupannya sangatlah miskin dan faqir.

Ketika pagi-pagi sudah tiba disana ada sekumpulan masyarakat parung yang meminta sedekah kepada masyarakat yang melintasi muholla untuk pembangunan masjid, jadi mushollah tersebut akan berubah fungsi menjadi masjid.

Ada seorang warga KH yazid Ramli biasa memanggilnya Bang Haji, bertanya kepada KH yazid , Ya ustadz tumben pagi-pagi sekali sudah tiba di musholla ini? na`am masyarakat sini meminta saya untuk datang pagi.

pak Kyai untuk apakah masyarakat meminta-minta uang dari para pengendara yang lewat? katakan kepada masyarakat ,biar saya saja yang tanggung seluruh pembangunan masjid, hentikan meminta-mintanya..subhanallah..

Setelah di khabarkan maka masyarakat sekitar segera menghentikan kegiatannnya sudah ada yang menanggung seluruh biaya pembangunan masjid..berita dalam sekejap cepet menyebar di tengah-tengah masyarakat.

beberapa waktu kemudian, ada berita yang kurang enak, bahwa rencana pembangunan masjid di batalkan karena di samping mushollah ada 3 kuburan.

Setelah di cari tahu siapa ke tiga kuburan tersebut maka di carilah ahli warisnya dan ketemulah ahli warisnya masing-masing dan di jelaskan di mushollah ini akan di bangun sebuah masjid yang mana membutuhkan tempat yang luas ,apakah masing-masing dari kalian ridho bila ketiga makan ini di pindahkan? Kesemua ahli warisnya ridho dan sepakat untuk memindahkan ke tiga makam tersebut
Makam pertama adalah seorang yang 50 tahun yang lalu adalah guru yang mengajar alquran di mushollah tersebut, ketika di gali subhanallah..kain kafannya masih utuh dan jasadnya pun utuh
Makam ke dua adalah istri dari si guru mengaji yang dalam kesehariannya selalu membantu menyiapkan segala keperluan suaminya di dalam mengajar mengaji..dan lagi- lagi subhanallah, kain kafannyapun masih utuh dan jasadnyapun utuh padahal meninggalnyapun tidak berbeda lama dengan sang suami kira kira di bawah 50 tahunan.

Lalu ke makam ke 3 siapakah ia? mulailah di gali makam tersebut..dan subhanallah kain kafannyapun ternyata masih utuh pula, dan meninggalnyapun tidak berbeda lama dengan meninggalnya si istri guru mengaji.

Masyarakat mengenalinya sebagai mantan jawara yang bertobat sebab si guru mengaji ,dan berkhidmat serta membantu si guru mengaji dalam mengajarkan Al quran kepada masyarakat, bila yang hadir banyak, maka si pembantu guru ngaji tersebut membantu guru ngajinya,

Subhanallah
Allah ingin menunjukkan kepada segenap hambanya bahwa seorang yang mengajarkan alquran, orang yang membantu di dalam mengajarkan Al quran kelihatan sangat remeh temeh di sisi manusia namun sangat mulia di sisi Allah subhanallahu wata`ala
Wallahu`alam

Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa ‘ala Jasadihi filajsad, wa alaa Qabrihi filqubuur”
Artinya
(wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur
dan jangan Lupa membaca Al-qur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya..

Kisah Istri Soleheh

Subhanallah..
Jenazah Perempuan Masih Segar Walaupun Sudah 30 Tahun
Seorang anak bermimpi didatangi ibunya yang telah meninggal dunia lebih dari 30 tahun.
Dalam mimpi tersebut sang ibu meminta anaknya supaya memindahkan kuburannya bersebelahan dengan kuburan suaminya.

Mungkin bagi sebagian kita menganggap itu sekadar bunga tidur. Tetapi sang anak tadi dengan bantuan orang banyak menggali kubur tersebut dan mendapati jenazah ibunya masih kelihatan segar.
Subhanallah! Sugiyem (sang Ibu) telah meninggal dunia sejak 30 tahun yang lalu. Anaknya sering bermimpi agar kuburannya digali dan dipindahkan berdekatan kuburan suaminya.

Wanita yang berasal dari Desa Kecamatan Jangkar ini meninggal dunia pada tahun 1981.
Mayatnya masih utuh hanya agak kering, bahkan kain kafan yang membalut jasadnya masih lengkap. Ia meninggal pada usia yang masih muda yaitu 34 tahun kerana sakit.

Semasa hidupnya Sugiyem terkenal sangat solehah, tidak pernah membuka auratnya didepan khalayak, rajin berjamaah di Musholla, gemar menolong sesama dan sangat menurut pada suaminya.
Semoga, Ibu, dan semua saudara perempuan kita tergolong kedalam golongan mereka yang sholehah.
Aamiin ya Rabbal’alamin..

Cita Citata - Sakitnya tu disini

Tuesday, October 28, 2014

Kardinata A

Istri Shalihah

Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Putra Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu sedang sakit, lalu Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu keluar rumah. Tak lama kemudian, sang anak meninggal dunia. Tatkala Abu Thalhah pulang, ia bertanya, “Apa yang dilakukan anakku?” Istrinya yang bernama Ummu Sulaim, menjawab, “Ia sudah sangat tenang (Ummu Sulaim bermaksud bahwa anaknya telah meninggal. Sedangkan Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memahami bahwa ucapan Ummu Sulaim tersebut menggambarkan bahwa anaknya telah sembuh).”

Lalu Ummu Sulaim menyediakan makan malam untuk Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu, kemudian ia pun makan malam. Selanjutnya Ummu Sulaim merias diri dengan dandanan yang paling baik untuk melayani suaminya. Setelah perasaan Abu Thalhah tenang dan enak untuk diajak berbicara, Ummu Sulaim mengatakan, “Wahai Abu Thalhah! Bagaimana pendapatmu jika seseorang meminjam suatu pinjaman keapda keluarganya, lalu keluarganya meminta kembali pinjaman tersebut, apakah kaum tersebut berhak menolaknya?” Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Tentu tidak.”

Ummu Sulaim melanjutkan, “Ikhlaskan putramu. (maksudnya, putramu telah meninggal dunia. Oleh karena itu, mohonlah pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala).” Abu Thalhah pun marah. Ia berkata, “Kamu tidak memberitahukan kepadaku dari tadi (maksudnya, telah melakukan jinabat lantaran telah bersenggama) baru kamu memberitahuku perihal anak kita?”

Kemudian Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu mengadu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia menceritakan apa yang telah ia lakukan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam justru mengakui apa yang dilakukan oleh Ummu Sulaim, kemudian beliau bersabda, “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi malam kalian berdua.” Di dalam riwayat lain disebutkan, “Ya Allah, berkahilah keduanya.” Selanjutnya Ummu Sulaim melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Abdullah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian seseorang dari kalangan Anshar berkata, “Saya melihat sembilan anak, kesemuanya hafal Alquran.” Maksudnya, anak-anak dari Abdullah. Hal ini tidak terjadi kecualii lantaran dikabulkan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memanjatkan doa, “Ya Allah, berkahilah keduanya.” (Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani).


Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1
Artikel www.KisahMuslim.com
Share